Notification

×

Iklan

Bocah 12 Tahun Meninggal Dunia Di Kubangan Air Limbah PT.Charoen Pok Phand Jaya Di Brebes

2024-04-29 | April 29, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-04-30T03:13:31Z


Bintang nusantara pos | BREBES- Telah terjadi musibah tenggelamnya seorang anak laki-laki di kubangan air limbah PT.Charoen Pok Phand Jaya Farm di desa Bangsri kecamatan Bulakamba kabupaten Brebes Minggu,(28/4/2024).


Diketahui korban bernama Ardi Nursaid (12) tahun salah satu siswa SDN 02 Pakijangan putra bapak Komari warga Desa Pakijangan RT 01 RW 05 kecamatan Bulakamba kabupaten Brebes.


Menurut keterangan orang tua korban, bahwa awalnya anak saya itu bersama teman mainya pergi untuk berenang dilahan galian dekat PT.Charoen Pok Phand Jaya Farm sekitar pukul 10:30 wib.


Namun setelah pukul 15:30 wib menurut cerita salah satu temanya yang bernama Exel langsung pulang ke rumah dan mendatangi rumah korban untuk memberitahukan kejadian yang menimpa Ardi ke istri saya, bahwa tadi Ardi (korban) bermain bareng saya dengan naik turun dan berenang di kobangan air dilahan galian dekat PT Charoen Pokphand Phand Jaya Farm, akan tetapi selang beberapa jam bermain, saya tidak melihat lagi Ardi."ucapnya.


Akhirnya saya dan teman teman pulang dengan buru-buru untuk mengabarkan ke orang tua Ardi(korban).

Sesampainya dirumah orang tuanya, saya langsung menceritakan kejadianya."terangnya.


Setelah keluarga korban mendengar kabar itu, pihak keluarga dengan dibantu warga sekitar langsung bergegas mendatangi untuk mengecek lokasi tempat bermainya Ardi dan teman-temannya.


Kurang dari satu jam akhirnya proses pencarian korban bisa diketemukan di lokasi Kubangan air di lahan galian PT Charoen Pok Phand Jaya Farm masuk Desa Bangsri sudah dalam keadaan meninggal dunia.


Dengan kejadian ini Komari (40) ayahanda korban merasa sangat terpukul dan sedih, Dan saya meminta agar pihak berwajib aparatur penegak hukum (APH) untuk mengungkap kasus ini dengan sebenar-benarnya agar terang benderang sebab dan akibatnya."pinta orang tua korban.


Dan saya akan menuntut kepada pihak perusahaan jika benar kejadian tenggelamnya anak saya diduga akibat kelalaian pihak perusahaan dalam SOP keselamatan.

kenapa ada galian lahan yang luas untuk limbah perusahaan tidak ada pagar keliling untuk  pengaman dan keselamatanya, sehingga sangat membahayakan jika ada anak-anak yang bermain ke tempat itu."tandasnya.


Dan saya berharap kepada pihak perusahaan agar menerapkan setandar operasional prosedur (SOP) keselamatan, dan segera membangun pagar keliling untuk evalusi keselamatan warga, supaya kedepan tidak ada kejadian yang serupa terulang kembali."pungkasnya.


(SN/Red).

Iklan

×
Berita Terbaru Update